Jumlah Pengunjung :
free html visitor counters
N3 Unity Radio
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hardware. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Januari 2012

Tips Dalam Memilih VGA Card

VGA (Video Graphics Accelerator) card adalah salah satu komponen komputer yg mutlak harus ada. Fungsinya mengolah data graphis unt ditampilkan di layar monitor. Sebetulnya VGA card merupakan satu unit "komputer mini" karena komponen ini memiliki sebuah prosesor (disebut GPU alias Graphics Processing Unit) dan membutuhkan memory juga.

Disebut VGA card krn komponen ini memang berbentuk spt kartu yg di"tancap"kan pada motherboard (mobo) melalui satu slot yg khusus unt itu. Krn VGA card memiliki prosesor yg mengeluarkan panas saat beroperasi, maka pasti ada perangkat pendinginnya, bisa berupa sirip² logam dgn pipa² penghantar panas (heatpipe) atau berupa kipas pendingin (Heat Sink Fan/HSF).

Tak jarang VGA card ini sudah terintegrasi jadi satu dgn mobo, atau istilahnya VGA OnBoard (OB). Mobo dgn VGA OB tentu saja tdk lagi membutuhkan VGA card tambahan, kecuali bila VGA OB nya dirasa "kurang canggih", masih bisa dipasang VGA card tambahan (add-on).

VGA OB vs VGA add-on

Mau tak mau kita mesti membandingan 2 macam VGA ini. Pilihan mana yg harus kita ambil akan sangat tergantung dari kebutuhan kita atau kegunaan utama dari komputer itu sendiri.

Berikut adalah beberapa poin keunggulan VGA OB dibanding VGA add-on:
  • VGA OnBoard sudah terintegrasi dgn mobonya sehingga dipastikan tdk akan terjadi masalah ketidaksesuaian antara mobo dan VGA. Meskipun kasus ketidaksesuaian ini sangat jarang dijumpai, tapi kadang terjadi juga pada bbrp jenis dan merk mobo dgn VGA type dan merk tertentu.
  • Harga mobo dgn VGA OB hampir sama, atau unt bbrp type/merk, bahkan lbh murah ketimbang mobo tanpa VGA. Jadi boleh dikatakan kita mendapat VGA "gratis". Ini bisa menjadi solusi yg ekonomis untuk budget yg terbatas.
Namun bukan berarti VGA OB tdk memiliki kekurangan bila dibandingkan dgn VGA add-on. Berikut beberapa di antaranya:
  • VGA OB tidak memiliki memory sendiri (tapi sekarang ini bbrp produsen mobo sdh ada yg menambahkan memory tersendiri atau sideport memory khusus unt VGA OB) . Dia hrs berbagi (share) dgn memory (RAM) yg terpasang di mobo. Akibatnya kapasitas RAM akan berkurang. Pada sistem dgn RAM terbatas, hal ini kan mempengaruhi kinerja komputer secara keseluruhan.
  • Kinerja VGA OB relatif lbh rendah dibanding VGA add-on. Tolong hati² menafsirkan pernyataan ini. Kinerja VGA OB sama sekali tidak buruk, namun kemampuannya tentu saja agak terbatas, terutama unt aplikasi² yg membutuhkan kinerja VGA yg tinggi, contohnya main game 3D keluaran terbaru. Tapi dibanding dgn VGA add-on kelas bawah, boleh dikatakan VGA OB dewasa ini masih mampu mengimbangi bahkan mengunggulinya.
  • Mobo dgn VGA OB biasanya ukurannya lbh kecil bbrp centimeter dibanding mobo tanpa VGA. Ukuran yg lbh kecil ini biasa disebut microATX (mATX). Ini dimaksudkan unt memangkas biaya pembuatannya (krn mobo dgn VGA OB ditujukan unt kelas berbudget rendah). Konsekuensinya, jumlah expansion slots (slot² unt komponen tambahan spt modem internal, TV tuner internal dll) juga lbh sedikit dibanding mobo tanpa VGA. Tapi ada juga bbrp merk mobo dgn VGA OB yg memiliki ukuran "normal" (ATX), walaupun sangat jarang ditemui.

ATI vs NVidia

Bila pasar prosesor dikuasai oleh 2 raksasa yakni Intel & AMD, maka pasar VGA juga didominasi oleh 2 pemain besar, ATI & NVidia. Kebetulan ATI bbrp waktu yg lalu telah diakuisisi oleh AMD. Secara umum kinerja VGA buatan ATI dan NVidia cukup berimbang pada kelas yg sama. Harganya pun relatif sebanding. Masing² memiliki kelebihan dan kekurangan.

Sampai hari ini, ATI masih lbh unggul di aspek Image Quality (IQ atau kualitas gambar) sedang NVidia lbh unggul di kinerja 3D frame rates (kecepatan penampilan frame per detik). Sekali lagi tolong hati² menafsirkan pernyataan ini. Bukan berarti ATI kinerja 3D nya jelek atau sebaliknya NVidia IQnya buruk. Unt main game 3D, ATI bisa digunakan dgn baik juga. Demikian pula NVidia masih cukup prima tampilannya unt menonton DVD High Definition.

Dan dari waktu ke waktu, masing² produsen akan berupaya mengatasi kekurangannya shg suatu saat tdk lama lagi, kita bisa melihat keduanya berimbang dlm semua aspek. Sampai hal itu terjadi, ada baiknya bila komputer banyak dipakai unt design graphics atau menonton film, VGA card ATI adalah pilihan yg lbh baik, namun jika komputer banyak dipakai unt main game 3D, apalagi keluaran terbaru, VGA NVidia bisa menjadi pilihan yg lbh pas.


Tips memilih VGA add-on yg sesuai:

Faktor pertama yg hrs diperhatikan adalah jenis slotnya hrs sama dgn slot yg ada di mobo. Ada 2 jenis slot unt VGA, AGP dan PCI-Express (PCI-E). Jenis slot AGP sudah sangat jarang dijumpai pada mobo keluaran terbaru. Jenis ini banyak digunakan oleh mobo yg sdh agak "uzur". Dewasa ini, sebagian besar mobo menggunakan slot PCI-E.

Faktor lain adalah karakteristik atau spesifikasi VGA nya. 3 hal yg perlu diperhatikan dari spesifikasi VGA adalah kapasitas memory, jenis memory dan lebar jalur komunikasi (buswidth). Sebagai contoh ada VGA dgn spesifikasi 256 MB DDR3 128 bit. 256 MB artinya besarnya memory VGA tsb, ini berpengaruh lbh pada tingginya resolusi yg mampu didukung oleh VGA itu. Apabila hendak menggunakan monitor ukuran besar (yg tentu saja resolusinya juga tinggi) maka kapasitas memory VGAnya juga hrs lbh besar. DDR3 adalah jenis memory yg mengacu pada kecepatan aksesnya. DDR3 tentu relatif lbh cepat aksesnya bila dibanding DDR2. 128 bit adalah lebar jalurnya, semakin lebar jalurnya, semakin banyak pula data yg bisa lewat dalam satu waktu. Ibaratnya sama dgn gerbang jalan toll, semakin banyak gerbangnya semakin banyak pula mobil yg bisa lewat, semakin pendek antrean, semakin cepat pula sampai di tujuan.

Tentu saja tdk boleh dilupakan adalah type GPU nya sendiri. Sama seperti prosesor, GPU juga memiliki kecepatan (core clock) yg diukur dgn satuan MHz. Bahkan persis spt prosesor, sekarang pun sdh ada GPU yg memilili lbh dari 1 inti. Kita tdk akan membahas terlampau teknis soal GPU ini. Intinya GPU generasi yg lbh baru perfromanya juga lbh bagus dibanding generasi yg lama (asal spesifikasi memorynya sebanding).

Faktor lain yg juga hrs diperhatikan adalah port keluarannya. Ada yg masih D-Sub (port yg lazim digunakan pada monitor CRT), ada yg DVI (biasanya untuk bbrp jenis monitor LCD) dan bahkan ada yg HDMI (unt monitor LCD High Definition). Sering pula ada port S-Video, yaitu port berbentuk bulat untuk dihubungkan dgn pesawat TV yg difungsikan sbg monitor. Pada bbrp jenis VGA bahkan ada yg sdh mendukung lbh dari 1 monitor.

Fitur² yg didukung oleh VGA juga perlu dipertimbangkan. Misalnya fitur dukungan thd DirectX (DX) versi tertentu. Ini hrs kompatibel dgn sistem operasi atau aplikasi yg akan digunakan agar tampilan gambar lbh sempurna. Versi terbaru dari DirectX adalah DX10. Apabila anda menggunakan sistem operasi Windows Vista, pilihlah VGA yg sdh support DX10. Umumnya VGA generasi terbaru sdh mendukung DX10.
 
Semoga Bermanfaat :)

====================
Credit : 4kbaR & Rinocom
====================

Rabu, 11 Januari 2012

Perbedaan SLI dengan CrossFire


SLI vs CrossFire (bukan sebuah nama permainan dalam WCG).
Jika ATi = CrossFire maka nVidia = SLI.Sebenarnya apa arti masing-masing SLI dan CrossFire itu? 
Saya coba ulas disini tentang perbedaan kedua teknologi itu.Mari kita berbicara terlebih dahulu tentang SLI.

*SLI ( Scan Line Interleaving )

SLI pertama kali diperkenakan oleh 3dfx pada tahun 1998 dengan graphics card mereka yaitu Voodo 2.
Hingga pada saat ini membuat banyak GPU ( Graphics Processing Units ) bekerja bersamaan pada 1 output. 

Cara Kerja SLI
SFR (Split Frame Rendering)
Yaitu membagi FRAME output ke layar monitor menjadi 2 bagian yang sama dan 1 bagian diprocess oleh 1 GPU. Process ini hanya dapat dijalankan ketika menggunakan 2 GPU.

AFR (Alternate Frame Rendering)
Dimana masing-masing GPU memprocess seluruh FRAME, tetapi GPU lainnya memprocess frame berikutnya yang akan ditampilkan ke layar. Jadi ketika frame pertama ditampilkan maka frame kedua sudah selesai(biasanya) atau hampir selesai untuk ditampilkan ke layar segera. Mode ini hanya dapat digunakan pada 3-Way SLI (3 graphics cards).

SLI AA (Anti-Aliasing)
Mode ini tidak ditujukan untuk gaming tetapi untuk meningkatkan image quality. Faktanya ketika memakai 1 GPU/VGA Anda hanya bisa mendapatkan 4x/8x anti-aliasing mode. Dengan SLI Anda dapat mendapatkan 8x/16x/32x tergantung pada mode SLI nya. Sejauh ini mode ini belum bekerja pada Windows Vista.

Kekurangan dan Kelebihan SLI
SLI hanya bisa digunakan pada PCI Express cards dan Anda memerlukan 2 (atau 3 dalam 3-way SLI), x16 PCI Express slots dan motherboardnya harus berbasiskan nVidia chipset. Kecuali pada saat ini Intel Chipset 5400 (harus menggunakan processor Intel Xeon LGA 771 atau Core 2 Extreme LGA 771(QX9775)) dan Intel X58 Chipset(Core i7 dan Core i7 Extreme Edition) sudah dapat menggunakan SLI. Ingatlah jika Anda menggunakan SLI pada x16 PCI-E maka hanya akan berjalan pada kecepatan x8 PCI-E.
Pada mode SLI biasanya anda diharuskan menggunakan SLI Bridge untuk menghubungkan kedua GPU, maka GPU tidak berkomunikasi pada PCI-E slot melainkan dengan SLI Bridge (pengecualian pada GeForce 6600(bukan 6600 GT), 7100, dan 7300 series mereka berhubungan melaluai PCI-E slot).
Sesungguhnya untuk dapat menggunakan SLI maka GPU harus sama identik (seri GPU sama, manufacturernya sama, bahkan BIOSnya harus sama). Ketika driver 80 direlease maka kedua GPU tidak perlu sama manufacturer(ASUS, Sapphire, GeCube, Manli, Zotac, etc) dapat menggunakan mode SLI. Semua GPU dari GeForce 6600 dapat menggunakan SLI.
Pada teorinya SLI seharusnya bisa meningkatkan kinerja gaming hingga 100%, tetapi pada faktanya SLi memang meningkatkan performa dalam game tetapi tidak mendekati 100%.
* CrossFire

Sebagai rival ATi tentu tidak akan tertinggal dibelakang.Perbedaan terbesar antara CrossFire dan SLI adalah video cards tidak memerlukan GPU yang sama.Tetapi ada limitasi ketika memakai kedua GPU tersebut.

Cara Kerja CrossFire
Scissors
Mode ini hampir sama dengan SFR (Split Frame Rendering) tetapi karena pada CrossFire dapat menggunakan GPU yang berbeda, maka akan ada GPU yang lebih cepat menyelesaikan rendering frame dan ada yang lebih lambat. Maka dari itu ATi menyediakan dynamic load balancing pada Mode Scissors sehingga Frame tidak akan dibagi menjadi 2 bagian yang sama. Tetapi akan membagi bagian yang lebih besar untuk GPU yang tercepat dan membagi bagian yang lebih kecil untuk GPU lebih lambat sehingga keduanya akan selesai bersamaan hingga dapat ditampilkan ke layar.
Super Tiling
Dalam mode ini layar akan dibagi menjadi potongan-potongan kecil (biasa disebut tiles), satunya berukuran 32 x 32 pixels. Dan masing2 GPU akan diberikan tiles ini untuk diprocess. Tentu saja load balancing digunakan disini hingga GPU yang lebih cepat akan diberikan lebih banyak tiles dan GPU yang lebih lambat diberikan lebih sedikit tiles agar dapat selesai bersamaan hingga dapat ditampilkan ke layar.
AFR (Alternate Frame Rendering)
Sama dengan SLI AFR
Super AA
Sama dengan SLI AA tetapi disini Anda mendapatkan hingga x14 Anti-aliasing.

3 Generations of CrossFire
CrossFire
Generasi pertama CrossFire memiliki 2 masalah utama.
Masalah pertama mereka membutuhkan Master Graphics Cards yang biasanya disebut CrossFire Edition yang berbeda dengan regular model dan dijual terpisah. Contohnya adalah X850 CrossFire Edition dan X850 XT. Anda tidak dapat memasang X850 XT 2 buah untuk CrossFire.
Masalah kedua adalah mereka membutuhkan external cable untuk berkomunikasi yang biasanya disebut DMS. Bentuknya sama dengan DVI tetapi mereka memiliki lebih banyak pin.
Versi CrossFire ini bisa mendapatkan resolusi hingga 2560x1600, sama dengan SLI.
Image Description



Native CrossFire
Generasi kedua dari CrossFire telah menyelesaikan 2 masalah utama dari generasi sebelumnya. Yaitu dengan meniadakan Master card dan sudah menggunakan Native CrossFire bridge untuk jalur komunikasi antar graphics card.
Native CrossFire bisa mendapatkan resolusi hingga 2560x2048. Meningkat dari generasi sebelumnya.


CrossFireX
Generasi terakhir dari CrossFire, dimana Native CrossFire bisa dipasang pada 4 graphics cards.
Akhir-akhir ini AMD sering menyebut CrossFire menjadi CrossFireX.
Saya mengetahui masih banyak kekurangan dalam penulisan saya (seperti Hybrid SLI, Hybrid CrossFire, Quad SLI) belum saya bahas karena kekurangan sedikit informasi. maafkan saya atas kekurangan ini
Jadi yang manakah yang terbaik antara SLI dan CrossFire? Pilihan akhir ditangan Anda lebih menyukai mode yang mana. Selamat mempertimbangkan dan semoga mendapatkan tampilan yang cocok di hati Anda 

AMD's Crossfire X technology gets benchmarked

amd_crossfireX.jpg













 
Sekian info dari Saya tentang SLI dan CrossFire,

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More